laman oi

Selasa, 01 Oktober 2013

cord/kunci gitar marjinal cinta pembodohan

Lirik Lagu Marjinal – Cinta Pembodohan
Intro: Bm F# G A
D A
dunia punya cerita
G D
cerita tentang cinta
D A G
cinta cinta pembodohan
F#
cinta…
Bm F#m G A
pada stress dan nggak sedikit yang gila
Bm F#m G A
mati mampus minum racun serangga
Bm F#m G A
gantung diri di pohon jengkol
Bm F#m G A
nubrukin badan ke bis kota yang sedang mangkal
Bm F#m G A
lompat melompat dari gedung bertingkat
Bm F#m G A
karena cinta demi cinta…
D G A Bm
hey kau kau kawan terlihat cemen
(kan kita anak gaul lagi)Bm F#m G A
dengernyapun lagu cengeng
Bm F#m G A
membuat otak dan mental seperti kaleng rombeng
Bm F#m G A
hati pun celeng-celeng…teng teng terengteng
Bm F#m G A
nontone sinetron telenovela
Bm F#m G A
isinya hanya cinta cinta cinta di teng teng…….
D G A Bm
hey kau kau kawan kan masih banyak cerita
(dunia tak selebar daun kelor)
D G A Bm
hey kau kau kawan terlihat cemen
(cinta bukan di balik kolor)
[interlude] Bm F#m G A 4x
D A G A 4x
D G A Bm
hey kau kau kawan terlihat cemen
(cinta itu pembodohan)
Bm F#m G A
hanyalah retorika
Bm F#m G A
yang menggebu gebu berbuntut kepentingan…Bm F#m G A
(kalo ngomong cinta) cinta rakyat jelata…
Bm F#m G A
(kalo ngomong cinta) ada kau berkuasa…
Bm F#m G A
(kalo ngomong cinta) cinta umat manusia….
Bm F#m G A
(kalo ngomong cinta) tapi engkau membunuhnya…
C#m G#m A B
(kalo ngomong cinta) adalah anugrah…
C#m G#m A B
(kalo ngomong cinta) kenapa ada yang luka…
C#m G#m A B
(kalo ngomong cinta) kenapa banyak yang mati…
C#m G#m A B
(kalo ngomong cinta) ada pasti tujuannya…
C#m B A
itukah cinta itukah cinta kata kuncinya…
D G A
hey kau kau kawan sadarlah…
D A
dunia punya cerita
G D
cerita tentang cinta
D A G
cinta cinta pembodohan

cerita tentang cinta
D A G
cinta cinta pembodohan
F#
bagaikan bulan…
Bm
to be continued…bersambung…

Senin, 30 September 2013

cord gitar marjinal negri~negri

Intro: C G Dm Am F C E 2x
G
lihatlah negeri kita
Dm Am
yang subur dan kaya raya
F
sawah ladang terhampar luas
E
samudera biru
C G
tapi lihatlah negeri kita
Dm Am
yang tinggal hanyalah cerita
F C E
cerita dan cerita, terus cerita…
[chorus]
F G
pengangguran merebak luas
Em Am
kemiskinan merajalela
F C E
pedagang kaki lima tergusur teraniaya
F G
bocah-bocah kecil merintih
Em Am
menghabiskan waktu di jalanan
F C E
buruh kerap dihadapi penderitaanC G
inilah negeri kita
Dm Am F
alamnya kelam tiada berbintang
C E
dari derita dan derita menderita…
C G
sampai kapankah derita ini
Dm Am
yang kaya darah dan air mata
F C E
yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi
Am G F E
dinodai
Am G F E
dikangkangi
Am G F E
dikuasai
Am G F E
dijajah para penguasa rakus
[intro] C G Dm Am F C E 2x
Am G F E
dinodai
Am G F E
dikangkangi
Am G F E
dikuasai

Am G F E
dijajah para penguasa rakus

cord gitar ari lasso cinta sejati

Lirik Lagu Cinta Sejati Ari Lasso
G Bb
Aku jatuh cinta padamu
F C
Sejak pertama kita betemu
Bbm Em
Diam menghuni relung hati
A D
Kau tak pernah peduli
G Bb
Tuhan mengapa kau anugrahkan
F C
Cinta yang tak mungkin tuk bersatu
Bbm Em
Kau yang lama ku cintai
A D
Ada yang memiliki
Reff :
G B Em
Cinta sejati takkan
D7 C G
Pernah mati selalu menghiasi
A C D
Ketulusan cinta iniIntro : G
G Bb
Jalan hidup telah membuat kita
F C
Harus senantiasa bersama
Bbm Em
Lewati segala suka duka
A D
Tiada cinta bicara
G B Em
Dan kau selalu hanya
D7 C
Diam membisu
G
Meskipun engkau tahu
A C D
Betapa dalam cintaku
A Bb G
Aku jatuh cinta padamu
Back to Reff~

Sabtu, 09 Maret 2013

Sejarah reggae

Reggae
Reggae adalah suatu aliran musik yang awalnya
dikembangkan di Jamaika pada akhir era 60-an.
Sekalipun kerap digunakan secara luas untuk
menyebut hampir segala jenis musik Jamaika, istilah
reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik
khusus yang muncul mengikuti perkembangan
ska
dan rocksteady .
Reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan
aksen pada off-beat atau sinkopasi, yang disebut
sebagai skank. Pada umumnya reggae memiliki
tempo lebih lambat daripada ska maupun rocksteady.
Biasanya dalam reggae terdapat aksentuasi pada
ketukan kedua dan keempat pada setiap
bar , dengan
gitar rhythm juga memberi penekanan pada ketukan
ketiga; atau menahan
kord pada ketukan kedua
sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya
"ketukan ketiga" tersebut, selain tempo dan
permainan bassnya yang kompleks yang
membedakan reggae dari rocksteady, meskipun
rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan
tersebut secara terpisah.
Reggae di Indonesia
Beberapa nama yang terkenal dalam dunia musik
Reggae dan sub-ragamnya Indonesia antara lain
jawaika, D'riie Ambazsador,
Tony Q Rastafara ,
Souljah, Ras Muhamad, Joni Agung ( Bali ), New
Rastafara,Songket Reggae ( Yogyakarta ),Marasta
( Yogyakarta ), Mbah Surip ( Mojokerto ), Marapu
( Yogyakarta / Waingapu, Sumba Timur ) dan Lapiezt
Legiet ( Magelang ).
Sekitar tahun 1986 musik Reggae mulai
dikumandangkan di Indonesia, band tersebut adalah
barbet comunity, Black Company sebuah band
dengan genre Reggae, beberapa tahun kemudian
muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari
band sebelumnya, kemudian ada Asian Forc.

Sejarah punk rock

Punk rock
Punk Rock adalah salah satu cabang genre dari musik
Rock, musik punk rock ini muncul pada era 1970'an
dengan munculnya band seperti
The Clash , Sex
Pistols .
Kelompok punk sering meniru struktur musik
sederhana seperti musik garage rock dari tahun 1960-
an. Biasanya mereka terdiri dari satu drum kit, satu
atau dua electric guitar, satu electric bass, dan vocals.
Drums biasanya hanya memiliki satu
snare drum ,
satu tom, satu floor tom, satu bass drum, hi-hats, satu
atau dua crash cymbal dan satu ride cymbal.
Pada awal tahun 1990, musik punk rock dikenalkan
kembali oleh
Nirvana , walau pada akhirnya,
mayoritas media menyebut Nirvana dengan istilah
grunge atau rock alternatif . Kesuksesan album
Nevermind dari Nirvana, diakui sebagai "pembuka
jalan" kepada musik punk rock untuk dikenal oleh
dunia luas, sampai saat ini.
[1]
Pada tahun 2007, perusahaan sepatu punk rock dari
Inggris, Doc Martens, membuat iklan promosi yang
menggunakan foto-foto
ikon yang telah berjasa
mengenalkan musik punk rock, yaitu Joey Ramone
(
Ramones ), Sid Vicious ( Sex Pistols ), Joe Strummer
( The Clash ), dan Kurt Cobain ( Nirvana ).
[2]
Tak ada yang tahu pasti kapan dan di mana
munculnya budaya punk pertama kali. Tapi ada
sebuah catatan penting ketika sebuah grup band dari
Inggris yang dalam tiap pertunjukannya selalu
dihadiri anak-anak muda dengan dandanan berbeda
dari yang lain. Nama band itu adalah Sex Pistols dan
hit mereka yang terkenal adalah “Anarchy in U.K.”
Wabah ini secara cepat menyebar ke Eropa. Punk
muncul sebagai bentuk reaksi masyarakat yang
kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran
di pinggiran kota-kota Inggris, terutama kelompok
anak muda, terhadap kondisi keterpurukan ekonomi
sekitar tahun 1976-1977. Kelompok remaja dan kaum
muda ini merasa bahwa sistem monarkilah yang
menindas mereka. Dari sini muncul sikap resistensi
terhadap sistem monarki. Kemarahan-kemarahan ini
diwujudkan dalam bentuk musik yang berisi lirik-lirik
perlawanan dan protes sosial politik serta cara
berpakaian yang tidak lazim. Konser-konser musik
digelar sebagai media untuk mengampanyekan ide-
ide mereka. Dari Rock n’ roll ke Punk Punk sebetulnya
memiliki dasar sikap yang sama dengan musik rock
n’ roll, aliran musik yang lahir pada tahun 1955. Dulu,
rock n’ roll itu menjadi musik milik generasi muda
yang ingin memberontak terhadap kemapanan,
sehingga dijauhi dan tidak disukai para orang tua.
Tapi saat rock mulai kehilangan gereget dan
dianggap monoton, mulailah ada kasak-kusuk untuk
menciptakan jenis musik baru yang ekstrem sebagai
reaksi melawan kejenuhan tadi. Dari keresahan
itulah aliran punk lahir.
Tidak seperti aliran musik lainnya, punk lebih
mengutamakan pelampiasan energi dan curhat
ketimbang aspek teknis bermain musik. Para
pencinta punkberprinsip bahwa tidak perlu jago
bermain musik, yang penting penampilan oke dan
yang namanya unek-unek harus bisa dikeluarkan.
Dan memang, buktinya, almarhum Sid Vicious dari
Sex Pistols tidak jago bermain bass. Meski demikian,
orang-orang tidak memandangnya dengan remeh
dia. Malah justru Sid banyak digandrungi para
pencinta punk.
Pada tahun 1964, terjadi serbuan besar-besaran grup
asal Inggris ke Amerika. Dan yang menjadi “biang
keladinya” adalah The Beatles. Melihat trend baru itu,
remaja Amerika pun sadar bahwa sebuah grup
sanggup mengerjakan semuanya sendiri. Maka di
berbagai pelosok Amerika, anak-anak sekolah pun
mulai membentuk band dan latihan di garasi rumah
mereka sendiri. Karena mereka baru belajar,
musiknya pun tidak yang susah-susah. Mereka
cenderung belajar dari grup-grup yang alirannya
simple tapi nge-rock, macam Rolling Stones, The
Whom atau Yardbirs, yang musiknya lebih
menitikberatkan padariff dan power, bukan struktur
lagu yang njelimet.
Maka ketika mereka pada gilirannya mulai menulis
lagu sendiri, musik mereka sangat bersemangat dan
relatif "kencang" sehingga menggugah semangat
para pendengarnya. Sesuai dengan tempat
kelahirannya, orang memberi julukan untuk warna
musik ini: Garage Rock. Grup-grup yang lahir
contohnya The Standells, The Seeds, The Music
Machine, The Leaves, dan lain-lain. Dan dari sini
lahirlah sound yang selanjutnya berkembang jadi
punk rock. Dari Iggy hingga Ramones Punk
selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan
musisi rock kelas bawah terhadap industri musik
yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti
The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi
punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi
atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-
lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran
terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk
menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan
kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan,
pendidikan rendah, kerja kasar,

Sejarah awal kt Oi

Oi!
Oi! berarti hello dalam aksen cockney di Inggris . Oi!
musik bermula di akhir 70-an setelah kemunculan
Punk Rock . Ketika gelombang pertama punk
menyerang, band seperti Sham69, The Business, dan
Cock Sparrer sudah bernyanyi tentang hidup di
jalanan di saat
Sex Pistols mencoba memulai
"Anarchy In the Uk". Lalu reality punk atau street
punk dimulai dengan Sham 69 dan Sparrer, seperti
juga Slaughter and The Dogs juga Menace.
Oi! adalah musik untuk semua dan semua orang
yang berjalan di jalanan kota dan melihat rendah
pada kaum elit dapat dihubungkan dengan Oi!.
Semua orang yang bekerja sepanjang hari sebagai
budak gaji dapat dihubungkan dengan Oi!. Semua
orang yang selalu merasa berbeda, juga dapat
dihubungkan dengan Oi!. Musik Oi! tidak memandang
perbedaan
ras , warna , dan kepercayaan . "Oi! music is
about having a laugh and having a say, plain and
simple...."
Sejarah
Ketika era 80-an menyerang dan punk rock
mendapatkan napas baru, Oi! menjadi bagian yang
solid dari pergerakan itu, yang diperkenalkan oleh
Garry Bushell, penulis di Sounds, koran musik di
Inggris. Garry percaya bahwa punk rock adalah
musik protes dan mengumpulkan semua band street
punk di bawah bendera Oi! seperti The Business, The
4-skins, The Burial, Combat 84, Infariot, dan Last
Resort menyerbu Punk Scene dengan jenis
realita
mereka. Seperti motto Last Resort, "No Mess, No Fuse,
just Pure Impact!"
Musik Oi! mulai meredup di akhir 80-an. Dan di
Amerika , hardcore adalah musik yang didengar oleh
Skinhead. Dapat dikatakan bahwa musik Oi! bukan
hanya musiknya Skinhead.
↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya
Oi! dan rasisme
Pertama orang mendengar Oi! pasti identik dengan
Skinhead , sementara skinhead identik dengan
rasisme . Jadi kesalahpahaman yang muncul, Oi!
adalah musik rasis. Budaya ini mulai dengan
masuknya
imigran Jamaika ke Inggris . Cara
berpakaian skinhead diadopsi dari Rude boys (ingat
Ska ) dan Mods, tapi dengan tampilan yang lebih
Tough dan Rough. Skinhead yang sebenarnya tidak
rasis, akan tetapi imej skinhead disalahgunakan oleh
kaum kanan
Neo-Nazi untuk menciptakan karakter
yang keras. tetapi sesungguhnya bahwa skinhead
bukanlah seorang yang rasis,dan perlu di ketahui
bahwa image skinhead yang sesungguhnya
memanglah keras bukan berarti rasisme.
↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya
Lirik
Lirik-lirik dalam Oi! cenderung bercerita tentang anti-
rasis/
fasis , hidup sebagai skinhead, protes , sepak
bola , bir , dan sedikit kekerasan ! jangan lupa
beberapa lagu Cock Sparrer bercerita tentang CINTA.
silakan cek. Pendengar musik ini selain Skinhead juga
ada Punks, Rude boys, Mods, dan Herberts. Yang
dimaksud dengan Herberts adalah orang-orang yang
suka dengan Oi! tapi bukan skinhead atau punks.
Mereka hanya orang-orang biasa yang cinta dengan
Oi!.
↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya
Oi! di Indonesia
Di Bandung sendiri, Oi! dimulai pertengahan 90-an
diawali dengan Runtah. Ketika terjadi booming Ska di
Indonesia, bermunculan banyak Skinhead, entah
mereka hanya poseurs, trendy wankers ataupun a
true SKINHEAD itselfs. Seiring dengan "mati"-nya tren
ska karena dihantam secara dahsyat oleh
major
label , maka menghilang pulalah Skinhead. Tapi ingat,
setiap hilangnya suatu tren bukan berarti hilang pula
subkultur yang tercipta atau terbawa oleh trend
tersebut. Walaupun sedikit, tapi Skinhead di
Indonesia, di Bandung khususnya still going strong
and getting bigger. Ada beberapa
organisasi Skinhead
di dunia yang masuk ke Indonesia. Antara lain adalah
Red Anarchist Skinhead dan Skinhead Against Racial
Prejudice. Bahkan Neo-Nazi Skinhead sendiri ada di
negara kulit berwarna seperti Indonesia ini. Beberapa
gelintir Skinhead Rasis ini terlihat di Bandung dan
Jakarta. Di Yogyakarta para Skinhead umumnya
sudah mengerti asal muasal Sub Kultur ini. Di
Yogyakarta beberapa band skinhead memainkan ska
selain Oi! dan Hardcore.
Sampai saat ini sudah banyak sekali band Oi! di
Bandung, seperti Haircuts, Rentenir, Battle 98, The
Real Enemy, Sanfranskins, One Voice,
OppressionHead,Virgin Oi!,Wfc kids dan banyak lagi.
Karena gelombang Skinhead Rasis yang mulai
meresahkan maka beberapa skinhead non-rasis dan
anti rasis dari beberapa band Oi! di bandung ,
membuat sebuah band bernama Combat 34 yang
sangat anti rasis, nama band ini adalah ejekan untuk
skinhead rasis di Jakarta yg menamakan diri COMBAT
18 Indonesia, lagu-lagu mereka bercerita tentang apa
gunanya jadi rasis di Indonesia, ajakan berkelahi
untuk para skinhead rasis, dan pastinya juga tentang
sepak bola, perkelahian di jalan, dengan moto
mereka "Sometimes Anti-Social but Always Anti-
Racist". Band-band tadi sudah merilis beberapa
kompilasi dan
mini album di bawah naungan United
Races Records. Skinhead di Bandung sering terlihat di
workers store di gedung Miramar lantai dasar sebelah
Palaguna. Sekarang Gd. Miramar ini sudah tidak ada,

Sejarah kaom skinhead

Skinhead
Seorang Skinhead dari Inggris dan Vespanya.
Skinhead adalah suatu sub-budaya yang lahir di
London , Inggris pada akhir tahun 1960-an . Sekarang
Skinhead sudah menyebar ke seluruh belahan bumi.
Nama Skinhead merujuk kepada para pengikut
budaya ini yang rambutnya dipangkas
botak .
Sebelum bermulanya era Skinhead, ada golongan
remaja yang dipanggil Mods yang menjadi pemula
kepada skinheads.
Meskipun Skinhead banyak diasosiasikan dengan
kelompok orang-orang yang rasis dan
Neo-Nazi ,
namun Skinhead yang sebenarnya tidaklah Neo-Nazi,
karena pada awalnya Skinhead adalah kaum
tertindas dari kelas pekerja (utamanya buruh
pelabuhan) di
London , Inggris . Skinhead juga bisa
merujuk kepada kepada kelompok orang (biasanya
remaja) yang merupakan fans musik Oi!/streetpunk
dan juga
punk .
Sejarah
Skinhead merupakan subkultur yang bermula di
Inggris pada era ‘60-an, ketika Mods sedang
mengharubiru kaum muda Inggris. Mods yang pada
awalnya didominasi kaum muda yang berasal dari
kalangan menengah ke atas kemudian mewabah
dan menyentuh setiap kalangan. Tidak terkecuali
kalangan pekerja alias working class. Para pemuda
dari kalangan tersebut meskipun harus bekerja keras
tiap hari, sebagian malah sebagai buruh kasar atau
buruh pelabuhan, namun tetap memiliki cita rasa
tinggi dalam memilih life style tertentu. Mereka
berusaha mengadaptasi life style yang berkembang
dengan pola hidup, selera serta kemampuan dompet.
Maka pada sekitar tahun 1965, dalam dunia Mods
dikenal pula istilah Smooth Mods (Peacock Mods)
yang terdiri dari kalangan menengah stylish dengan
pilihan kostum yang mahal serta Hard Mods
(lemonheads, gang mods) yang terdiri dari kaum
pekerja dan merupakan cikal bakal dari Skinheads.
Hard mods kemudian baru dikenal sebagai kaum
Skinheads sekitar tahun 1968. Generasi pelopor
Skinheads tersebut biasanya disebut Trads (Traditional
Skinheads) atau Trojan Skinheads, sesuai dengan
nama label Trojan Records.
↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya
Pakaian
Kaum Trads ini mudah dikenali dari setelan seperti
shirt button-up Ben Sherman, polo Fred Perry, Bretel/
suspender, celana jeans semi ketat, monkey boots,
jaket jeans, jaket Harrington, V neck Sweater dls.
Serta yang terpenting adalah potongan rambut yang
pendek, berbeda dengan gaya rambut mods pada
umumnya. Pilihan akan jenis rambut yang pendek ini
lebih disebabkan alasan kepraktisan. Terutama
karena sebagian besar lapangan pekerjaan yang
tersedia tidak membolehkan pekerja berambut
gondrong apalagi bergaya acak tidak beraturan.
Selain itu, potongan rambut pendek dianggap sebagai
keuntungan sewaktu harus menghadapi kehidupan
jalanan yang keras ketika itu. Ada pula yang
berpendapat bahwa pilihan berambut pendek
merupakan counter terhadap life style kaum hippie
yang dianggap mewah dan juga sedang berkembang
pada masa tersebut. Lebih jauh lagi, suatu kisah
menceritakan bahwa pilihan tersebut berasal dari
kaum pekerja pelabuhan, seperti di kota Liverpool,
yang memotong pendek rambut mereka untuk
menghindari kutu yang banyak terdapat di sekitar
pelabuhan.
↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya
Musik
Karena Skinhead sendiri pada dasarnya adalah suatu
subkultur bukannya sebuah genre atau aliran musik,
pilihan musiknya pun bisa beragam.
Yang pertama tentunya adalah roots mereka yang
berasal dari Mods, para Trads pun pada awalnya
sangat terpengaruh musik
R&B ala Inggris seperti The
Who , The Kinks, dan lain sebagainya. Namun, mereka
juga terinspirasi oleh style ala Jamaican Rude Boy
yang juga populer di Inggris pada zaman itu. Rude
Boy atau Rudy merupakan sebutan untuk para
imigran Jamaika yang berkulit hitam pencinta dansa
dan musik asal mereka.
Hasilnya, para Trads pun sangat menggemari musik
Ska , Reggae , Rocksteady , Soul, oi dan lain
sebagainya. Sehingga kadang-kadang seorang
Skinhead pun ikut menikmati alunan dari seorang
penyanyi soul seperti Aretha Franklin misalnya.
↑Kembali Ke Bagian Sebelumnya
Rasisme
Mereka mendapat cap rasis pertama kali ketika
beberapa Skinhead terlibat clash beberapa kali
dengan imigran Pakistan dan imigran dari Asia
Selatan (mereka menyebutnya Paki-Bashing) di
Inggris pada era ’60-an. Tindak kekerasan (yang tidak
bisa dibenarkan biar bagaimanapun) tersebut dipicu
oleh masalah pekerjaan. Para Skinhead yang
merupakan kaum pekerja merasa lahan pekerjaan
mereka semakin sempit. Mereka terdesak oleh
kedatangan imigran yang bersedia dibayar lebih
rendah. Label rasis kemudian semakin melekat, salah
satunya setelah beberapa Skinhead tergabung dan
dihubungkan dalam organisasi white power, National
Front yang terbentuk di awal ’70-an. Militansi dan
karakter Skinhead yang keras khas kaum pekerja
sempat membuat mereka dijadikan alat maupun
berbagai kepentingan politik. Termasuk dihubungkan
dengan paham Neo Nazi. Meskipun sejarah maupun
kenyataan yang ada bisa menunjukkan fakta yang
berbeda.
Sama dengan nasib Mods leluhurnya, pamor
Skinhead sempat meredup di era ’70-an, setelah
sebelumnya mencapai puncak popularitas mereka